Mengenal Fungsi dan Manfaat Kartu Identitas Anak

Berbicara tentang peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA), banyak yang mempertanyakan soal pembuatan kartu ini. Sebagian diantaranya juga mempertanyakan tentang prosedur dan waktu pembuatan KIA serta manfaatnya dan sebagian diantara mereka juga mengira pembuatan KIA hanya diberlakukan di 50 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Diantaranya Surakarta, Malang, Yogyakarta, Depok dan Makasar seta Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bantul. Kota dan kabupaten itulah yang ditunjuk pemerintah pusat untuk melaksanakan proyek percontohan pembuatan KIA.

Kabupaten Ogan Komering Ilir tidak termasuk di dalam daftar ke-limapuluh kota tersebut. Oleh karena itu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten merencanakan juga pembuatan KIA untuk anak-anak yang ada di wilayahnya sendiri pada awal tahun 2018 yang lalu. Dan mulai sekarang Disduk Capil Kab. OKI juga sudah membuka pelayanan untuk pembuatan KIA

Ada dua jenis KIA berdasarkan usia pemiliknya. KIA bagi anak berusia antara 5 tahun sampai dengan 17 tahun kurang satu hari, wajib dilengkapi foto. Sedangkan  bayi dan anak berusia antara 0 sampai dengan sebelum 5 tahun tidak perlu melengkapi foto.

Adapun syarat-syarat pembuatan KIA (Kartu Identitas Anak) :

1.      Fotocopi Akta kelahiran (Menunjukan Asli)

2.      Fotocopi Kartu Kartu Keluarga dan KTP-el kedua orang tua (Menunjukan asli)

3.      Pas Photo warna ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar usia 5 tahun sampai belum berusia 17 tahun

a.      Latar merah untuk yang tahun lahir ganjil

b.      Latar biru untuk yang tahun lahir genap

4.      Mengisi formulir yang diberikan oleh petugas

 

Fungsi KIA

Dasarnya KIA merupakan dokumen kependudukan. Kartu tersebut akan berfungsi dan bermakna sama seperti KTP pada orang dewasa. Setiap pribadi memiliki dokumen kependudukannya sendiri sehingga identitas dirinya sah secara hukum. Dokumen tersebut diperlukan untuk kebutuhan pengurusan sekolah anak, pengurusan keimigrasian dan pengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS serta transaksi keuangan yang melibatkan kepentingan anak.

Keberadaan KIA bagi setiap anak juga dapat dimanfaatkan juga terutama untuk pendaftaran anak-anak sekolah, bimbingan belajar dan lain sebagainya. Ke depan nanti pihak-pihak yang akan berhubungan dengan urusan pelayanan publik terhadap anak-anak, diharapkan dapat ikut menggaungkan pentingnya penggunaan KIA.

Karena fungsinya sama dengan KTP, maka setiap KIA akan dilengkapi dengan  Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dengan adanya KIA ini maka kedepan seluruh penduduk di Indonesia  mulai dari bayi sampai dengan para lansia bisa terdata secara lebih akurat. Sebab setiap orang yang lahir langsung tercatat dan terdaftar sebagai penduduk.

Akurasi data kependudukan menjadi sebuah data yang bersifat strategis dan penting. Data yang akurat tentang kependudukan merupakan salah satu syarat penting yang harus terpenuhi dalam menyusun berbagai strategi pembangunan di berbagai bidang.

Di samping itu, pengadaan KIA merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program mewujudkan Kota Layak Anak. Juga sesuai dengan ketentuan Undang Undang nomor 25 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

Sebab dengan adanya KIA, identitas anak secara hukum menjadi lebih jelas

Dalam kaitan itu, keberadaan KIA antara lain bisa bermanfaat untuk melindungi setiap anak dari praktek perdagangan anak. Dengan adanya KIA, identitas seorang anak tidak lagi dengan mudah dikaburkan dalam praktek-praktek kriminal yang menempatkan anak-anak sebagai korban.