Akta Kematian

Akta Kematian adalah suatu akta yang dibuat dan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang membuktikan secara pasti tentang kematian seseorang. Kematian merupakan salah satu peristiwa penting yang dialami oleh setiap orang, yang harus dicatat dan dikukuhkan oleh negara dalam bentuk Akta Kematian. Dengan Akta Kematian, dapat dijadikan bukti otentik mengenai peristiwa kematian seseorang. Yang dimaksud kematian dalam konteks pencatatan ini adalah berhentinya fungsi seluruh organ tubuh seseorang yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter/para medis/pejabat lain yang berwenang.

Pencatatan kematian merupakan salah satu pencatatan peristiwa penting dalam kehidupan seseorang sebagai bukti atas kematian seseorang setelah dicatat oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Pasal 44 ayat (1) disebutkan bahwa Setiap kematian wajib dilaporkan oleh Ketua RT atau nama lainnya di domisili Penduduk kepada Instansi Pelaksana setempat paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kematian, berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pejabat Pencatatan Sipil mencatat pada Register Akta Kematian dan menerbitkan Kutipan Akta Kematian. Pencatatan Kematian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan berdasarkan keterangan kematian dari pihak yang berwenang, dalam hal terhadi ketidakjelasan keberadaan seseorang karena hilang atau mati tetapi tidak ditemukan jenazahnya, pencatatan oleh Pejabat Pencatatan Sipil baru dilakukan setelah adanya penetapan dari Pengadilan. Dalam hal terjadi kematian seseorang yang tidak jelas identitasnya, Instansi Pelaksana melakukan pencatatan kematian berdasarkan keterangan dari kepolisian.

Adapun Manfaat dan pentingnya mengurus Akta Kematian yaitu:

1.      Untuk menentukan status hukum seseorang seseorang ahli waris.

2.      Keterangan kematian yang terdokumentasikan menjadi akta kematian diperlukan untuk mengurus sertifikat tanah pada tanah yang ditinggalkan oleh seseorang yang meninggal dunia, contohnya ketika sertifikat tanah harus dipecah untuk para ahli waris dan/atau terjadi penggantian nama kepemilikan tanah.

3.      Sebagai syarat untuk menikah lagi bagi janda/duda yang ditinggal oleh orang yang meninggal dunia.

4.      Untuk mengurus uang pensiun bagi ahli warisnya.

5.      Untuk mengurus uang duka, tunjangan kecelakaan, taspen, asuransi dan sebagainya.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari mengurus akte kematian. Hendaknya ahli waris segera untuk mengurus akte kematian kerabatnya yang meninggal dunia.

Syarat mengurus akta kematian:

1.      Syarat umum :

a.      Surat keterangan kematian (visum) asli dari dokter atau petugas kesehatan;

b.      Surat keterangan kematian dari kelurahan;

c.       Bagi penduduk yang meninggal di rumah, dilampiri surat kematian asli dari puskesmas;

d.      Fotokopi KK dan KTP pelapor (keluarga yang meninggal)

e.      Fotokopi KK dan KTP orang yang meninggal;

f.        Saksi sebanyak 2 (dua) orang berumur minimal 21 tahun dan dilampiri fotokopi KTP 2 orang saksi tersebut;

g.      Fotokopi Akte Kelahiran yang meninggal (dilegalisir); bagi orang asing dilengkapi dengan fotokopi:

·         Orang asing tinggal tetap membawa fotokopi KTP dan KK orang tua (dilegalisir);

·         Orang asing tinggal terbatas membawa fotokopi SKTT orang tua (dilegalisir);

·         Orang asing pemegang izin singgah atau kunjungan membawa fotokopi dokumen imigrasi orang tua (dilegalisir).

h.      Surat kuasa bagi yang dikuasakan dilampiri fotokopi KTP.

 

2.      Syarat Khusus:

a.      Dalam hal terjadi ketidakjelasan keberadaan seseorang karena hilang atau mati, tapi tidak ditemukan jenazahnya, pencatatan dilakukan setelah mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri.

b.      Dalam hal terjadi kematian seseorang yang tidak jelas identitasnya, pencatatan berdasarkan surat keterangan dari kepolisian.

c.       Surat ganti nama (dilegalisir) bagi yang memiliki.

d.      Surat Kuasa bagi yang dikuasakan dilampiri fotokopi KTP.

Demikian syarat mengurus akte kematian dan pentingnya memiliki akte kematian bagi ahli waris yang ditinggalkan.